saya datang kembali membawakan catatan kehidupan saya.
Pengalaman saya.
Inilah ceritaku...
Ceritaku sebagai haters dan bersama haters serta melawan haters.
Saya sebagai haters..
Bukan. Saya bukanlah haters yang terus-terusan mencari celah untuk menjatuh 'dia' yang tidak saya sukai. Saya hanya kadang terpengaruhi hingga saya melakukan hal yang sama dengan mereka yang masih berada di kegelapan. Yang masih melihat dengan sebelah mata. Akhirnya dengan sepersekian waktu dan wacana yang terpampang di depan mata saya .. Dengan lantang saya berorasi menjatuhkan dan menyalahkan dia. Lalu saya tersenyum puas setelah melakukan itu. Waahh rasanya ada europia ketika komunitas itu bergabung dengan kita, membahas segala macam hal hingga sampai ke tahap memuji idola dengan sesuatu yang bisa aku katakan tidak patut. Karena itu aku. Aku seolah terlau membanggakannya sampai ada sisi gelapnya yang kasat mata untukku dan aku anggap sebagai hal wajar. Tapi ketika 'dia' yang tidak kusukai melakukan kesalahan.. Aku akan menarik kesimpulan itu terlalu tidak patut dilakukan oleh seseorang yg dikatakan penghibur. Lalu saya berpikir... Di waktu yang tenang...
Apa untungnya dengan saya ikut andil berkata menjatuhkan itu ?? Apa? Secara agama , saya sudah dosa karena tidak bisa menjaga mulut saya. Oh.. Kalian berpikir saya orang munafik.. Dan saya tidak keberatan akan hal itu. Karena iya. Dulu saya berpikiriran sempit terlalu sempit sampai meluncurlah kata" itu. Kata" yang saya sesali. Karena saya terlalu muda. Saya belum terlalu berpikir akibat terburuknya. Saya jadi sedih karena apa ? Jika saya diposisi penggemarnya yang setia mempertahankan kesetiaannya dengan tidak membalas ucapan para 'pengganggu' itu. Saya sudah menjadi orang yang tidak menghargai mereka. Saya jahat karena melukai hati mereka dengan menggunakan 'dia' sebagai alat. Sungguh saya menyesal pas itu. Dan saya berusaha meredam jika itu terjadi. Mungkin dengan tidak ikut campur atau jadi pihak pasif. Atau saya tidak akan berhubungan dengan apapun yang akan menyulut emosi saya. Saya akan menghilang sementara waktu. Atau terlanjur.. Jika masih ada waktu.. Saya akan menghapuskan orasi saya. Atau saya akan mempertanggung jawabkan dengan minta ma'af dan mengatakan waktu itu khilaf. Bagaimana jika mereka tetap memojokkan saya dan tidak percaya sampai mengatakan saya cuma ngeles. Dan ada kata-kata " harusnya pikir dulu sebelum bertindak" ...
Maka jawabannya setelah ini...
Saya dan haters..
Oh bukan.. Bukan haters. Hanya orang yg tidak se-pro dengan saya. Tapi pengalaman saya... Saya bisa. Saya bisa berteman dengan mereka. Mereka yang tidak se jalan dengan saya. Tidak se aliran dengan saya. Tapi kita masih bisa bersama. Dengan saling menghormati. Saling menghargai dan saling menjaga. Ini dibuktikan dengan adanya fb ini 'pecinta story'. Admin original kita adalah terdiri dari orang orang yang tidak sejalan. Ada dua kubu itu. Tapi karena kita yang namanya udah jadi sahabat jadi kita bisa bertahan.
Bahkan dulunya kita tidak berniat mendirikan fb.. Tapi hanya karena ketidak sengajaan kami dipertemukan. Hanya karena seorang yang bahkan belum kita kenal. Hanya karena tidak tega dipojokkan dan di salahkan.. Kami bersatu untuk melindungi dia. Memberikan tempat untuk dia berkreasi lagi. Kalian yang dari pertama ada di fb ini pasti mengetahui admin-admin nya.. Yang berganti-ganti owner. Tapi kita tidak bermusuhan. Kita juga tidak menuntut untuk melaksanakan tanggung jawab. Kita bebas. Itulah kami. Dan sampai sekarang kita masih berdiri bersisian meskipun dengan title yang berbeda. Malah kita tidak memperdulikan title itu. Kita menjadi orang yang netral. Netral dan membiasakan diri sebiasa sesuai porsi.
Saya melawan haters.
Pertama-tama saya akan tertawa dulu
percaya atau tidak saya pernah melakukan itu. Ya pernah dengan marah marah . Tapi itu tidak akan saya bahas. Udah klise. Tapi saya akan menceritakan sepenggal kisah lucu yang menjadi pedoman saya..
Pasti ada yg namanya haters. Itu sudah hukum alam. Dimana ada lovers pasti ada perecok yg disebut haters. Dan sampai sekarang saya belum menemukan alasan.. Mengapa ada haters... Mengapa harus jadi haters frontal . Yang selalu show up mencela dia. Menkritik pedas tiap dia nongol.
Oke.. Back to story... Saya sedikit lupa.. Tapi yang jelas... Dia marah marah tidak jelas. Mencela. Dan berkata-kata tidak pantas. Jelas-jelas menulis di wall kami. Tentu lovers yang mudah tersinggung akan langsung tersulut emosi dan membalas dengan api. Tapi saya mencoba dengan cara lain. Ya itu menempatkan diri saya pada posisi orang netral. Tidak memihak siapapun. Saya dulu berkata begini (meskipun tidak sama persis).. : apa alasan kamu tidak menyukai dia. Membenci bahkan selalu berperan kritikus dengan maksud mencela. Apa dia pernah menyakitimu ? Pernah melukai hatimu secara langsung ? Dan mencelamu yang jelas dialamtankan padamu ?
Oh... Itu hak kamu mau tidak mnyukai dia. Hak kamu. Tapi kamu juga harus menghargai mereka yang pengagum dia. Mengerti dan menjaga perasaannya. Mereka juga memiliki perasaan...
Dan saat itu kami berdebat. Tapi saya berusaha keras menahan.. Sapai akhirnya tercetus kalimat dari mulutnya : aku malu disini. Aku udah marah-marah tidak jelas.. Tapi admin" disini hadaoi aku dengan sabar. Dengan kata" baik. Oke. Aku berjanji akan lebih menjaga ucapan. Dan menghargai mreka.
Dan apa yang saya rasakan. Senang.. Bukan karena berhasil keluar menjadi pemenang. Karena saya berhasil menjaga emosi saya dan saya menuai hikmah , hasil yang indah dari perbuatan saya. Saya senang dia menjadi terbuka pikirannya. Tidak berusaha untuk mengunggulkan idola saya dan memintanya menyukai dia dengan segala kelebihan idola saya yang saya ketahui. Tapi saya berhasil meresam dia dan sedikit menyadarkan dia. Itu kenikmatan... Saya terharu hiks..hiks.. Dan mulai saat itu.. Saya harus berusaha keras.. Lebih menjadi baik lagi.. Tapi jika dia tetap keras kepala.. Ya sudah. Kita tinggalkan. Biarkan dia. Selam kita masih kuat membalas. Ya balas dengan baik".. Tapi kalo kita udah merasa tidak sanggup.. Mungkin lebih baik kita undur diri. Menenangkan jiwa yang terguncang. Itulah jawaban dari yang saya janjikan tadi..
Itulah penggalan lain kisah saya.. Saya yang sedang belajar juga
Inilah ceritaku...
Ceritaku sebagai haters dan bersama haters serta melawan haters.
Saya sebagai haters..
Bukan. Saya bukanlah haters yang terus-terusan mencari celah untuk menjatuh 'dia' yang tidak saya sukai. Saya hanya kadang terpengaruhi hingga saya melakukan hal yang sama dengan mereka yang masih berada di kegelapan. Yang masih melihat dengan sebelah mata. Akhirnya dengan sepersekian waktu dan wacana yang terpampang di depan mata saya .. Dengan lantang saya berorasi menjatuhkan dan menyalahkan dia. Lalu saya tersenyum puas setelah melakukan itu. Waahh rasanya ada europia ketika komunitas itu bergabung dengan kita, membahas segala macam hal hingga sampai ke tahap memuji idola dengan sesuatu yang bisa aku katakan tidak patut. Karena itu aku. Aku seolah terlau membanggakannya sampai ada sisi gelapnya yang kasat mata untukku dan aku anggap sebagai hal wajar. Tapi ketika 'dia' yang tidak kusukai melakukan kesalahan.. Aku akan menarik kesimpulan itu terlalu tidak patut dilakukan oleh seseorang yg dikatakan penghibur. Lalu saya berpikir... Di waktu yang tenang...
Apa untungnya dengan saya ikut andil berkata menjatuhkan itu ?? Apa? Secara agama , saya sudah dosa karena tidak bisa menjaga mulut saya. Oh.. Kalian berpikir saya orang munafik.. Dan saya tidak keberatan akan hal itu. Karena iya. Dulu saya berpikiriran sempit terlalu sempit sampai meluncurlah kata" itu. Kata" yang saya sesali. Karena saya terlalu muda. Saya belum terlalu berpikir akibat terburuknya. Saya jadi sedih karena apa ? Jika saya diposisi penggemarnya yang setia mempertahankan kesetiaannya dengan tidak membalas ucapan para 'pengganggu' itu. Saya sudah menjadi orang yang tidak menghargai mereka. Saya jahat karena melukai hati mereka dengan menggunakan 'dia' sebagai alat. Sungguh saya menyesal pas itu. Dan saya berusaha meredam jika itu terjadi. Mungkin dengan tidak ikut campur atau jadi pihak pasif. Atau saya tidak akan berhubungan dengan apapun yang akan menyulut emosi saya. Saya akan menghilang sementara waktu. Atau terlanjur.. Jika masih ada waktu.. Saya akan menghapuskan orasi saya. Atau saya akan mempertanggung jawabkan dengan minta ma'af dan mengatakan waktu itu khilaf. Bagaimana jika mereka tetap memojokkan saya dan tidak percaya sampai mengatakan saya cuma ngeles. Dan ada kata-kata " harusnya pikir dulu sebelum bertindak" ...
Maka jawabannya setelah ini...
Saya dan haters..
Oh bukan.. Bukan haters. Hanya orang yg tidak se-pro dengan saya. Tapi pengalaman saya... Saya bisa. Saya bisa berteman dengan mereka. Mereka yang tidak se jalan dengan saya. Tidak se aliran dengan saya. Tapi kita masih bisa bersama. Dengan saling menghormati. Saling menghargai dan saling menjaga. Ini dibuktikan dengan adanya fb ini 'pecinta story'. Admin original kita adalah terdiri dari orang orang yang tidak sejalan. Ada dua kubu itu. Tapi karena kita yang namanya udah jadi sahabat jadi kita bisa bertahan.
Bahkan dulunya kita tidak berniat mendirikan fb.. Tapi hanya karena ketidak sengajaan kami dipertemukan. Hanya karena seorang yang bahkan belum kita kenal. Hanya karena tidak tega dipojokkan dan di salahkan.. Kami bersatu untuk melindungi dia. Memberikan tempat untuk dia berkreasi lagi. Kalian yang dari pertama ada di fb ini pasti mengetahui admin-admin nya.. Yang berganti-ganti owner. Tapi kita tidak bermusuhan. Kita juga tidak menuntut untuk melaksanakan tanggung jawab. Kita bebas. Itulah kami. Dan sampai sekarang kita masih berdiri bersisian meskipun dengan title yang berbeda. Malah kita tidak memperdulikan title itu. Kita menjadi orang yang netral. Netral dan membiasakan diri sebiasa sesuai porsi.
Saya melawan haters.
Pertama-tama saya akan tertawa dulu
percaya atau tidak saya pernah melakukan itu. Ya pernah dengan marah marah . Tapi itu tidak akan saya bahas. Udah klise. Tapi saya akan menceritakan sepenggal kisah lucu yang menjadi pedoman saya..
Pasti ada yg namanya haters. Itu sudah hukum alam. Dimana ada lovers pasti ada perecok yg disebut haters. Dan sampai sekarang saya belum menemukan alasan.. Mengapa ada haters... Mengapa harus jadi haters frontal . Yang selalu show up mencela dia. Menkritik pedas tiap dia nongol.
Oke.. Back to story... Saya sedikit lupa.. Tapi yang jelas... Dia marah marah tidak jelas. Mencela. Dan berkata-kata tidak pantas. Jelas-jelas menulis di wall kami. Tentu lovers yang mudah tersinggung akan langsung tersulut emosi dan membalas dengan api. Tapi saya mencoba dengan cara lain. Ya itu menempatkan diri saya pada posisi orang netral. Tidak memihak siapapun. Saya dulu berkata begini (meskipun tidak sama persis).. : apa alasan kamu tidak menyukai dia. Membenci bahkan selalu berperan kritikus dengan maksud mencela. Apa dia pernah menyakitimu ? Pernah melukai hatimu secara langsung ? Dan mencelamu yang jelas dialamtankan padamu ?
Oh... Itu hak kamu mau tidak mnyukai dia. Hak kamu. Tapi kamu juga harus menghargai mereka yang pengagum dia. Mengerti dan menjaga perasaannya. Mereka juga memiliki perasaan...
Dan saat itu kami berdebat. Tapi saya berusaha keras menahan.. Sapai akhirnya tercetus kalimat dari mulutnya : aku malu disini. Aku udah marah-marah tidak jelas.. Tapi admin" disini hadaoi aku dengan sabar. Dengan kata" baik. Oke. Aku berjanji akan lebih menjaga ucapan. Dan menghargai mreka.
Dan apa yang saya rasakan. Senang.. Bukan karena berhasil keluar menjadi pemenang. Karena saya berhasil menjaga emosi saya dan saya menuai hikmah , hasil yang indah dari perbuatan saya. Saya senang dia menjadi terbuka pikirannya. Tidak berusaha untuk mengunggulkan idola saya dan memintanya menyukai dia dengan segala kelebihan idola saya yang saya ketahui. Tapi saya berhasil meresam dia dan sedikit menyadarkan dia. Itu kenikmatan... Saya terharu hiks..hiks.. Dan mulai saat itu.. Saya harus berusaha keras.. Lebih menjadi baik lagi.. Tapi jika dia tetap keras kepala.. Ya sudah. Kita tinggalkan. Biarkan dia. Selam kita masih kuat membalas. Ya balas dengan baik".. Tapi kalo kita udah merasa tidak sanggup.. Mungkin lebih baik kita undur diri. Menenangkan jiwa yang terguncang. Itulah jawaban dari yang saya janjikan tadi..
Itulah penggalan lain kisah saya.. Saya yang sedang belajar juga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar